Friday, 21 February, 2020

Ikatan Da'i Indonesia

Ketika Menghadapi Kesulitan


Apa yang kita lakukan saat sulit menjepit? Mari kita renungkan kisah Imam Syafii ketika beliau kesulitan dalam menghafal. Disebutkan dalam kitab I’anatuth Thalibin, Imam Syafii pernah bersyair, “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.

Syair ini lahir setelah ia mendengar nasehat gurunya bahwa sulitnya ia menghafal karena dosa yang telah dilakukan. Beliau berkata, “Wahai guruku, aku tidak dapat mengulang hafalanku dengan cepat. Apa sebabnya?” Gurunya, Waki’ kemudian menasehati beliau, “Engkau pasti pernah melakukan dosa. Cobalah engkau temukan dosamu!” Imam Syafii pun mengingat-ingat dosa apa yang telah diperbuatnya? Akhirnya beliau pun teringat bahwa pernah suatu saat beliau tanpa sengaja melihat seorang wanita yang sedang menaiki kendaraannya, lantas tersingkap pahanya. Namun seketika itu juga Imam Syafii segera memalingkan wajahnya.

Guru Imam Syafii mengajarkan kepada kita bahwa ternyata saat sulit yang mesti dilakukan pertama sekali adalah segera temukan dan akui dosa yang barusan kita kerjakan, baik sengaja ataupun tidak. Hal ini pula yang telah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul ketika menghadapi kesulitan. Tentu kita masih ingat bagaimana Nabi Adam as menemukan dan mengakui dosanya saat sulit melilit hidupnya ketika fasilitas surga tidak lagi bersamanya. Beliau mengaku dalam doanya, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Al A’raf : 23).

Nabi Yunus as juga melakukan hal yang sama, ketika beliau menyadari bahwa kesulitan hidupnya murni berasal dari dosa yang dilakukannya. Beliau kemudian mengakui kesalahannya dan berdoa, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88).

Maka saat sulit segera temukan dan akui dosa kita dan beristighfarlah, mohon ampunan Dzat Yang Maha Pengampun. Karena setiap kesulitan hidup kita, pure berasal dari dosa kita. Benarlah firmanNYA, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri…” (QS. Annisa : 79). Allahu musta’an.

Alexander Zulkarnaen

0 comments on “Ketika Menghadapi Kesulitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu
Powered by