Thursday, 09 July, 2020

Ikatan Da'i Indonesia

Amalan Senilai Haji


Pergi haji menunaikan ritual suci adalah dambaan semua insan yang bertakwa. Namun tidak semua hamba yang beriman diberikan kesempatan oleh Allah SWT menjadi tamu agung di rumah-NYA. Maka menjadi sangat istimewa orang-orang yang telah dipilih Allah SWT dengan segala kemampuan dan kelebihannya sebagai Dhuyufurrahman untuk menyempurnakan keislamannya berziarah ke tanah suci. Surga adalah harga sebuah motivasi suci setiap jiwa perindu haji. Rasulullah SAW bersabda, “Haji mabrur balasannya tidak lain kecuali surga. (HR. Bukhari Muslim).

Lalu pertanyaannya kemudian adalah bagaimana dengan nasib orang yang tidak seberuntung orang yang mampu pergi haji? Maka jangan khawatir dan bersedih, karena sesungguhnya Allah SWT, Dzat Yang Maha Adil telah menyiapkan amalan-amalan yang berpahala haji bagi hamba-hambaNYA yang belum ada kesempatan dan kemampuan untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Dan jika dicermati lebih teliti, ternyata amalan-amalan ini sesungguhnya yang diharapkan pula menjadi karakter yang melekat dalam diri orang sepulang dari tanah suci.

Amalan pertama adalah shalat lima waktu berjamaah di Masjid. Dari Abu Umamah ra, Nabi SAW bersabda, “Siapa yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).

Amalan kedua, membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.  Dari Abu Hurairah ra, ia berkata,“Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi SAW.  Kemudian mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi SAW lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.”(HR. Bukhari). Bagaimana kemudian orang yang punya kelebihan harta juga melakukan amalan ini? Abu Shalih yang meriwayatkan hadits tersebut dari Abu Hurairah berkata, “Orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin kembali menghadap Rasulullah SAW, mereka berkata, “Saudara-saudara kami yang punya harta (orang kaya) akhirnya mendengar apa yang kami lakukan. Lantas mereka pun melakukan semisal itu.” Rasulullah SAW kemudian mengatakan, “Inilah karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim).

Amalan ketiga, melakukan shalat sunnah Isyraq. Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAWbersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi).

Amalan keempat yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pahala haji adalah menghadiri majelis ilmu di Masjid. Dari Abu Umamah ra, Nabi SAW bersabda, “Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).

Amalan kelima yang senilai dengan haji adalah berbakti kepada orangtua. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Ada seseorang yang mendatangi Rasululah SAW dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah SAW bertanya padanya apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya masih hidup. Rasul pun kemudian berkata padanya, “Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath).

Selanjutnya, bagaimana pula nasib orang sudah bertekad kuat untuk pergi haji dibuktikan dengan telah terdaftar sebagai calon haji dengan masa keberangkatan yang cukup lama menunggu antrian panjang, bahkan sekitar sepuluh tahun harus menanti? Untuk pertanyaan ini ada dua amalan tambahan selain lima amalan di atas yang bisa dilakukan bagi orang yang mampu namun belum tiba waktunya untuk rihlah spiritual mengunjungi Haramaian (Makkah Madinah).

Pertama, Umrah di bulan Ramadhan. Karena Rasulullullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi ra berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarah Shahih Muslim).

Kedua, bertekad kuat berhaji. Karena siapa yang memiliki uzur namun punya tekad kuat dan sudah ada usaha untuk melakukannya, maka dicatat seperti melakukannya. Seperti orang yang sudah mendaftar haji, namun ia meninggal dunia sebelum keberangkatan, maka ia akan mendapatkan pahala haji. Dari Jabir ra, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami pernah bersama Nabi SAW, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.” (HR. Muslim). Sebagaimana juga dijelaskan Nabi dalam sabdanya, “Jika salah seorang sakit atau bersafar, maka ia dicatat mendapat pahala seperti ketika ia dalam keadaan mukim (tidak bersafar) atau ketika sehat.” (HR. Bukhari). Allahu’alam bishshawab.

Alexander Zulkarnaen, S.Pd.I

Ketua Deputi Humas IKADI SUMUT

0 comments on “Amalan Senilai Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu