Sunday, 31 May, 2020

Ikatan Da'i Indonesia

Amalan Penghapus Dosa Masa Lalu


Setiap manusia biasa tak luput dari salah dan dosa. Bahkan tidak dikatakan manusia kecuali pasti mengalami dua hal yakni salah dan lupa. Nabi juga pernah menegaskan bahwa semua manusia pasti pernah bersalah. Hadis riwayat Imam At-Tirmidzi menyebutkannya, bahwa “Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang bersalah adalah bertobat dari kesalahannya.”

Maka tetap optimis terhadap masa depan walau bagaimana pun buruk dan kelamnya dosa masa lalu kita. Karena tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Jangan sekali-kali melihat seseorang itu dari masa lalunya. Karena seorang yang sangat berhasrat ingin membunuh Rasulullah pun kini berbaring di sebelah makamnya, dialah Umar bin Khattab ra. Dan jangan menjudge seseorang itu hanya karena masa lalunya, karena seorang yang pernah berperang melawan agama Allah Azza wa Jalla pun akhirnya menjadi “pedangnya Allah”, siapa lagi kalau bukan Khalid bin Walid ra.

Ada yang menarik dari kisah yang dinukil Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitabnya Jami’ul Ulumi wal Hikam dan Lathaiful Ma’arif. Dari Imam besar Ahlussunnah waljamaah dari kalangan Attabiut Tabiin, Fudhail bin Iyadh (w. 187 H) ketika beliau menasehati seorang lelaki, beliau berkata kepada lelaki itu berapa tahun usiamu sekarang? Lelaki itu menjawab, 60 tahun. Fudhail berkata, berarti sejak 60 tahun yang lalu kamu menempuh perjalanan menuju Allah dan mungkin saja kamu hampir sampai. Lelaki itu menjawab, sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada-NYA. Fudhail kemudian bertanya, apakah kamu paham arti ucapanmu itu? “Tolong jelaskan tafsirnya?” Lelaki itu balik bertanya. Kemudian sang Imam menjelaskan, kamu menyatakan, innaa lillaah (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya. Lalu bagaimana jalan keluarnya? Tanya orang itu. Caranya mudah. Tegas Fudhail. Kemudia Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas, Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang.

Sungguh Allah Dzat Yang Maha Pengampun telah memberi kabar gembira kepada hamba-NYA yang melampui batas bahwa Dia akan mengampuni semua dosa hamba-NYA. Dengarkanlah sapaan kasih sayang dan kelembutan Allah Ta’ala terhadap hamba-NYA, “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Azzumar : 53). Betapa beruntung dan berbahagianya bertuhankan Allah SWT.

Lalu bagaimana caranya agar dosa durjana nan kelam masa lalu kita diampuni Allah SWT? Rasulullah SAW, sang kekasih Allah SWT telah mengajarkan resep cintanya kepada umatnya. Cukup rutinkan tiga amalan sederhana yang sangat menentukan masa depan akhirat kita. “Maukah kalian aku beritahukan amalan yang dengannya akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Para sahabat menjawab, mau wahai Rasulullah. Beliau bersabda, menyempurnakan wudhu di saat yang sulit, banyak melangkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itulah ribath (perjuangan)” (HR.Muslim).

Pertama, Sempurnakan Wudhu’ saat sulit. Artinya tetap berupaya dalam keadaan suci dengan berwudhu’ walaupun cuaca dingin atau saat rasa kantuk yang luar biasa hinggap di mata. Utsman bin Affan ra berkata, “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya.”(HR. Muslim).

Kedua, Perbanyak langkah menuju Masjid. Tentu maksudnya adalah di sisa usia kita pastikan tetap shalat berjamaah di Masjid. Jangan sampai saat jadi jenazah baru kita ke Masjid. Abu Hurairah ra. berkata, Nabi  Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu berjalan ke satu masjid untuk menunaikan satu shalat fardhu, maka satu langkahnya menghapus dosa dan satu langkah yang lain menaikkan derajatnya.” (HR. Muslim).

Ketiga, Menunggu shalat setelah shalat. Karena ternyata untuk panggilan shalat ini (adzan), umat Islam terbagi 3, ada yang dipanggil tapi tak mau datang, sebagian yang lain dipanggil baru datang, itu pun kadang terlambat. Yang paling dicintai Allah dan Rasul-NYa adalah belum dipanggil sudah datang menunggu langsung di rumahNYA Allah Azza wa Jalla. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa duduk di masjid dalam rangka menunggu shalat maka dia terhitung dalam keadaan shalat.” (HR. an-Nasa’i). Allahua’lam.

Alexander Zulkarnaen
Ketua Deputi Humas IKADI SUMUT

0 comments on “Amalan Penghapus Dosa Masa Lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu
Powered by